ajang pamer koleksi KAset LAma KAset LAngka, juga mengupas grup-grup band jadul, yang menjadi legenda, yang terkenal maupun yang tidak dikenal.

Wednesday, August 16, 2006

ELP (Emerson, Lake, and Palmer)




Cikal bakal ELP muncul pada tahun 1969, ketika The Nice (feat.Keith Emerson sebagai Keyboardist)dan King Crimson (feat.Greg Lake sebagai vokalis dan bassis)melakukan pentas bersama.Kedua band ini sudah punya nama di jajaran musik rock Inggris.
The Nice sudah mencetal beberapa hit di Inggris, tapi mereka lebih dikenal lewat aksi panggung Keith Emeson yang atraktif memainkan keyboard wizardnya, bahkan dia dijuluki "Jimi Hendrixnya Hammond Organ". Mereka juga sudah punya banyak penggemar di Amerika Serikat.King Crimson yang jenuh pada 1969,pada beberapa bulan berubah dari genk yang tidak jelas menjadi bintang besar. Lewat album debutnya "The Court Of Crimson King" mereka menggebrak Eropa dan Amerika Serikat.
Dua kesempatan, The Nice dan King Crimson tampil ,pertama pada 10 agustus 1969 di "the 9th Jazz and Blues Pop Festival" di Plumpton. Kedua, pada 17 oktober 1969 di Fairfield Hall, Croydon Inggris, ketika aransemen andalan The Nice "Five Bridges Suite" dimainkan bersama orkestra.
Tentang pertemuannya dengan Emerson, Greg Lake berkata,"King Crimson mulai hancur pada waktu ini, dan saya menjumpai Keith saat soundcheck.
Ian dan Mike menentukan mereka tidak mau ikut tur.Mereka agak mendesak kami.Dan band itu bermaksud membubarkan diri.

(bersambung...)

Sunday, August 13, 2006

Genesis Three Side Live

Lost Song of Lennon McCartney



Ini kaset bukan kaset lama, Ini kaset dirilis tahun 2002.
Lagu-lagu yang digarap untuk kaset ini semua dari lagu-lagu Unreleased / Never-issued The Beatles. Mungkin anda tidak tahu , atau belom pernah dengar lagu-lagu ini dimainkan the beatles. konon lagu-lagu ini ditemukan hanya dalam bentuk catatan partitur saja. tidak ada rekaman yang menyimpan, lagu-lagu ini. Tapi dengan ditemukannya partitur itu, lagu-lagu yang tidak pernah dirilis the beatles bisa didengarkan dan dinikmati para penggemarnya yang fanatik.
Sekitar awal 90'an lagu-lagu ini juga pernah digarap dengan warna rock and roll yang begitu kental, benar-benar mirip the beatles. Yang tidak tahu, pasti mengira itu benar-benar The Beatles yang menyanyikannya, padahal tidak. Tapi sayang, aku lupa nama band yg menggarap itu.
Dalam Kaset ini, lagu-lagu rock and roll The Beatles digarap dengan sentuhan musik jazz yang begitu kental.
Para musisi jazz seperti Kate Pierson, Bill Janovits,Graham Parker, mereka bertiga menggarap album ini dibantu Johny Society.

Side A:
1. I'm In Love
2. I'll Keep you Satisfied
3. From A Window
4. Step Inside Love
5. It's For You
6. That's Mean A Lot
7. Hello Little Girl
8. Love of the Loved

Side B:
1. Tip of My Tongue
2. Goodbye
3. Come And Get It
4. A World Without Love
5. One And One is Two
6. Nobody I Know
7. Woman
8. I'll be On My Way

George Harrison: Somewhere in England

the best of John Lennon

The Complete of Beatles III

Beatles Book Songs1

Super Hits of Beatles

beatles live

Genesis: From Begining Until Now (Team)

Genesis The Best Aquarius (part.1)

Wind and Wuthering

Friday, August 11, 2006

akronim

kemarin chating....
.........
(dia) anak mapala ya?
(aku) hu uh, mapalaga..
(dia) ooo, ugm ya?
(aku) mahasiswa pecinta alam gaib
(aku) =)) LOL
(dia) kalo aku mahatala
(aku) apaan tuh?
(dia) mahasiswa tahan lapar
(aku) hu... gak lucu
(aku) MATAMU!
(dia) mataku ada dua, napa?
(dia) males ah chat ama kamu..
(aku) mahasiswa tahan musibah...:P

Tuesday, August 08, 2006

aktuil 2

Kadang - kadang saya berpikir, kalau saja Aktuil bisa bertahan sampai sekarang, mungkin kita akan punya majalah musik sekelas Rolling Stone yang tulisan-tulisan musiknya benar-benar diperhatikan music lovers. Tapi itu hanya sebuah andai-andai yang belum pasti. Kenyataannya, majalah itu tidak mampu mengikuti perkembangan jaman. Sebagai sebuah majalah yang mengejar anak muda sebagai target pembacanya, Aktuil tidak bisa awet muda.

Majalah musik lain yang terbit sesudah era Aktuil pun lantas mengalami nasib yang sama. Era '80-an, pernah terbit Mitra Musik, Bacaannya Orang Musik, Forum Musika, serta Diskotek Musik. Di tahun '90, tabloid Citra Musik sempat terbit selama hampir satu tahun sebelum kemudian akhirnya berubah jadi Citra-tabloid hiburan. Tabloid Dangdut yang terbit di tahun '95 pun lantas berubah jadi Aura-tabloid perempuan. Bahkan MUMU, NewsMusik, dan ROCK pun harus ditelan sejarah.

Ternyata, apapun majalahnya, kapanpun terbitnya, siapapun pengelolanya, majalah musik selalu berhadapan dengan persoalan yang sama. Pertama, uang. Konser Deep Purple pada 5-6 Desember 1976 yang digelar Aktuil pun dituduh jadi salah satu penyebab matinya majalah itu. Pintu Stadion Utama Senayan yang jebol di hari kedua konser membuat panitia rugi besar.

Citra Musik dan Tabloid Dangdut dipaksa berubah format oleh penanam modalnya karena dinilai kurang mendatangkan uang. Bens Leo dari NewsMusik mengatakan kalau Maxi Gunawan--pemilik NewsMusik--tidak konsisten soal penyediaan uang untuk penerbitan. MUMU dan ROCK juga kurang lebih mengalami nasib yang sama: ditinggal investor.

Persoalan kedua yang juga tidak kalah pentingnya adalah isi. Orang membeli majalah tentu saja ingin membaca isinya. Karena isinya sudah dianggap tak menarik lagi, Aktuil perlahan ditinggal pembaca. NewsMusik, MUMU, dan ROCK tidak bisa memuaskan pihak perusahaan dari segi penjualan karena isinya tidak bisa menarik bagi banyak orang.

Bicara soal isi majalah, ini kemudian membawa kita menuju pada persoalan berikutnya: wartawan musik serta apresiasi musik masyarakat. Untuk menghasilkan tulisan musik yang berkualitas, tentu saja dibutuhkan seorang wartawan yang benar-benar tahu dan menghayati apa yang ditulisnya. Aktuil sebenarnya sudah sangat ideal untuk urusan ini. Selain Remy Sylado dan Denny Sabri, nama-nama lain yang memperkuat majalah itu sebagian besar adalah musisi.

Namun sekarang, tidak jarang tulisan musik di media massa cetak ditulis oleh mereka yang tidak suka dan kurang mengerti, atau terpaksa menulis musik. Ini tentu saja membuat kurangnya soul pada tulisannya. Dan selain wartawan musik itu sendiri, saya yakin kita masih kekurangan pengamat musik. Atau setidaknya, belum banyak yang muncul. Selain Bens Leo, masih ada nama-nama semisal Denny MR dan Remy Soetansyah untuk bicara soal musik populer. Suka Hardjana, Franki Raden, atau Harry Roesli untuk dijadikan narasumber musik kontemporer misalnya.

Soal apresiasi musik, apa yang dialami redaksi MUMU agaknya bisa dijadikan contoh. Nuansa musik yang sangat kental di tulisan-tulisannya jelas kentara sesuai positioningnya sebagai the one and only music tabloid ini. Saking kentalnya, tabloid ini tidak menyajikan tulisan lain di luar musik. Namun, karena masih dominannya penyuka musik yang hanya tertarik dengan sosok selebritis musisi (baca: bukan musikalitasnya), tulisan musik model ini ternyata dinilai tidak menjual untuk banyak orang.

Sebenarnya, kombinasi yang pas dari keduanya-sisi musikalitas dan selebritis-adalah apa yang dibutuhkan oleh majalah musik. Namun, sebelum menemukan majalah musik yang seperti itu, kita harus puas dengan hadirnya majalah-majalah musik yang beredar dewasa ini untuk mendapatkan informasi musik. Semoga saja majalah-majalah itu tidak mengalami nasib seperti majalah musik lainnya.

Kita lihat saja nanti.

aktuil

Aktuil adalah nama majalah musik yang terbit pertama kali pada 8 Juni 1967 di Bandung. Berdirinya majalah ini bermula dari ide Denny Sabri Gandanegara, kontributor majalah Discorina, Yogyakarta. putra pertama Sabri Gandanegara, wakil gubernur Jawa Barat periode 1966 - 1974. Dia lalu bertemu Bob Avianto, seorang penulis lepas masalah-masalah perfilman. Dari obrolan ringan, mereka sampai pada perbincangan intens dan serius untuk membuat majalah hiburan. Avianto menemui Toto Rahardjo, pemimpin kelompok musik dan tari Viatikara. Gayung bersambut. Di rumah Syamsudin -publik musik mengenalnya pemusik Sam Bimbo- mereka mencapai kata sepakat dan mengusulkan Aktuil sebagai nama majalah. Asal kata Aktuil diambil dari nama majalah luar negeri Actueel adalah majalah musik terbitan Belanda.

Tahun 1970-1975 merupakan masa keemasannya saat Aktuil jadi bacaan wajib anak muda di Indonesia. Lebih-lebih setelah seniman Remy Sylado menyuntikkan eksperimen sastra mbeling dalam bentuk cerita bersambung Orexas. Cerita ini sekaligus menegaskan Aktuil sebagai majalah anak muda. Orexas sendiri bukan dewa atau ksatria dari mitos Yunani, melainkan kependekan dari "organisasi sex bebas." Pemeo belum jadi anak muda kalau belum membaca Aktuil, bukanlah sesuatu yang berlebihan. Bahkan, majalah ini masih dianggap "kitab suci", khususnya oleh para rock mania yang besar di tahun 1970-an.

Meski majalah ini lebih tertarik menulis berita musik rock, namun untuk urusan informasi musik, majalah ini jadi urutan pertama, makanya diberi predikat tersebut. Kesuksesannya lantas membuat majalah ini sering dianggap majalah musik pertama di Indonesia. Padahal, kenyataannya sepuluh tahun sebelum kelahiran Aktuil, majalah musik Musika terbit. Enam tahun setelahnya, majalah musik Discorrina menyusul merambah pasaran. Namun, nasib "buruk" merekalah yang membedakan dengan Aktuil.

Pada tahun 1970-an, majalah ini tercatat membuka jaringan kantor perwakilan dan korespondennya di luar negeri (Hamburg, Munich, Berlin, Swedia, Stockholm, Ottawa, Tokyo, Hong Kong, Kowloon, New York). Pada tahun 1975, Aktuil juga mengejutkan publik Indonesia dengan mengundang kelompok musik Deep Purple untuk berpentas di Indonesia. Saat itu, pentas-pentas musik, apalagi dengan pemain musik dari luar negeri, masih jarang terjadi.

Sayang sekali, mulai tahun 1976, pamor Aktuil mulai merosot--setidaknya kalau dilihat dari segi penjualan. Ketika tahun 1979 majalah ini dipindah ke Jakarta-pun, nasibnya tidak malah jadi lebih baik. Malah, majalah ini sempat jadi majalah umum sebelum akhirnya benar-benar mati pada tahun 1986.

Sumber: Wikipedia

Wednesday, August 02, 2006

Daftar Koleksi Kaset YESS Urut Nomor Seri

001. Yes : Fragile
002. Rick Wakemann : Journey To The Center Of The Earth
007. Pink Floyd : Atom Heart Mother
008. Tonton Macaute
011. Wally _ CAMEL _ STYX _&_ Manfredman Earth Band
017. Yes : The Yes Album
018. Yes : Close To The Edge
019. Yes : Tales From Topographic Oceans
020. Yes : Yessongs I
021. Yes : Yessongs II
022. Yes : Relayer
029. Best Of King Crimsons
051. Zappa / Mother, Roxy & Elsewhere
063. Best Of Traffic
065. Best Of Led Zeppelin
084. Grand Funk Railroad : Recorded Live
085. Ten Years After : Recorded Live
094. Gentle Giant : Interview
102. Genesis : Trespass
103. Genesis : Lamb Lies Down On Broadway
104. Genesis : Trick Of The Tail
105. Best Of James Gang
106. Genesis : Selling England By The Pound
110. Genesis : Foxtrot
112. Wishbone Ash : Classic Ash
115. The Greatest Hits Of Eric Burdon And The Animal
118. Gino Vanelli : A Pauper In Paradise
120. Gong : Shamal
126. King Crimsons : To The Young Person's Guide
133. Pink Floyd : Wish You Were Here
139. Led Zeppelin : OST The Song Remain The Same
150. Genesis : Wind And Wuthering
153. Pink Floyd : Animal
162. Jean Luc Ponty : Imaginary Voyage
163. Peter Frampton : Frampton Come Alive
165. Moody Blues : Laugh Live +5
168. Yes : Going For The One
179. Judast Priest _ Sind After Sin _ Scorpion _ Virgin Killer
189. Genesis : Second Out I
190. Genesis : Second Out II
204. Brand X : Moroccan Roll
205. Rush : A Fare Well To King
216. Genesis : And Then There Were Three
222. Peter Gabriel
225. UK
233. Jethro Tull : Heavy Horses
234. Gong : Gazeuse!
239. Mahavishnu Orchestra : Apocalyse With The London Symphony Orchestra
240. Yes : Tormato
247. Stomu Yamashita And His Red Buddha Teathre : OST The Man From The East
268. FOCUS 3
292. Judas Priest : Unleashed In The East (Live In Japan)
294. Steve Howe Album
298. Genesis : Duke
307. Yes : Drama
310. Pierre Moerlen GONG Time Is The Key
314. Jeff Beck : There And Back
338. Gino Vanelly : Night Walker
343. Triumvirat : Illusion On A Double Dimple
345. Concert For The People Of Kampuchea
354. Jean Michael Jarre : Les Chant Magnetiques
364. Genesis : ABACAB
365. Earth & Fire : Andromeda Girl Reality Fills Fantasy
374. KAYAK : Eye Witness (Recorded Live)
376. Renaissance : Camera-Camera
389. Asia : Asia
397. Jean Michael Jarre : The Concert In China
399. Genesis : Live And Studio
400. Genesis : Live
401. King Crimson : Beat
402. Fresh Aire : Manuhein Steam Roller
427. Earth & Fire : In State Of Lux
451. Marillion : Script For A Jester's Tears
454. Cozy Powell: Octopuss
455. Peter Gabriel : Plays Live
459. Gary Moore : Rockin' Every Night Live In Japan
468. Genesis : Mama
472. Genesis
475. Tangerine Dream : Hyperborea
480. ELP : Piano Concerto
482. SKY : "Cadmium..."
496. Jean Luc Ponty : Individual Choise
500. King Crimson : Three Of A Perfect Pair
503. STYX : Caught In Act : Live
510. ZEE Feat Richard Wright : Identity
511. Mike Oldfield : OST Killing Fields
513. Orion : Hunter
514. PALLAS : The Sentinel
530. Marillon : Reel To Real
533. Jean Michael Jarre : ZOOLOOK
537. The Honey Orippers : Volume One Feat Robert Plant, Jimmy Page, Jeff Beck
542. Kitaro : Asia Tour Super Live
553. Rick Wakemann : Silent Night
574. Marillon : Missplace Childhood
576. Jeff Beck : Flash
580. SAGA : Behavior
590. OST White Night Feat Phil Collins, Robert Plant
605. The Alan Parson Project : Stereotomy
621. Laurie Andreson : Home Of Brave
629. GTR
632. Queen : Kind Of Magic
635. Genesis : Invesible Touch
643. Alphonse Mouzon Band : Back To Jazz
659. Eberhard Schoner : Bon Voyage
662. Deep Purple : The House Of Blue Light
692. Jethro Tull : Crest Of A Knave
693. Yes : Big Generator
704. Manfredman Earth Band : Masque

Tuesday, August 01, 2006

Isao Tomita


Tangerin Dream



189 & 190 : Genesis: Second Out 1& 2



459 : Gary Moore Rockin' Every Night :Live in Japan

Traspass





Kategori: CD/Kaset
Judul: Trespass
Artis: Genesis
Dirilis:Oktober 1970

Formasi Genesis:
Peter Gabriel: Lead Voice, Flute, Accordion, Tambourine and Bass Drum
Anthony Phillips: Acoustic 12-string, Lead Electric, Dulcimer, Voices
Anthony Banks: Organ, Piano, Mellotron, Guitar, Voices
Michael Rutherford: Acoustic 12-string, Electric Bass, Nylon, Cello, Voices
John Mayhew. Drums, Percussion, Voices

Lagu-lagu:
1. Looking for Someone 7:08
2. White Mountain 6:43
3. Visions of Angels 6:53
4. Stagnation 8:49
5. Dusk 4:14
6. The Knife 8:56

Trick of the Tail




Kategori: CD/Kaset
Judul: Trick of the Tail
Artis: Genesis
Dirilis: Februari 1976

Album ini adalah album Genesis pertama setelah Peter Gabriel hengkang. Phil Collins yang pada album-album sebelumnya mengisi backing vokal, selain sebagai drummer, kali ini Phil menyelamatkan Genesis dari kehancuran.
Formasi pada album ini cuma empat orang.

MICHAEL RUTHERFORD - 12 String Guitar, Basses, Bass Pedals
TONY BANKS - Pianos, Synthesisers, Organ, Mellotron, 12 String, Backing vocals.
PHIL COLLINS - Drums, Percussion, Lead and Backing vocals.
STEVE HACKETT - Electric Guitar, 12 String Guitars.

Steve hacket masih memperkuat posisi Genesis pada jalur Art Rock.Dengan kelincahan jarinnya menaklukkan dawai-dawai gitar.Ada delapan lagu pada album ini:

1. Dance on a Volcano
2. Entangled
3. Squonk
4. Mad Man Moon
5. Robbery, Assault and Battery
6. Ripples...
7. A Trick of the Tail
8. Los Endos

Nursery Crime

Lamb Lies Down on Broadway



Thursday, July 27, 2006

Kisah dari Samudera Topografi




Kategori: CD / Kaset
judul : Tales From Topographic Oceans
Artis: Yes
Desain Sampul : Roger Dean
Rilis: Atlantic 1974
Formasi Yes:

Jon Anderson: Vocals
Steve Howe: Guitars and vocals
Chris Squire: Bass and vocals
Rick Wakeman: Keyboards
Alan White: Drums


Lagu:
The Revealing Science Of God - Dance Of The Dawn 20:27
The Remembering - High The Memory 20:38

The Ancient - Giants Under The Sun 18:34
Ritual - Nous Sommes Du Soleil 21:35

TOTAL WAKTU: 1:20:03 (81:03)

Abbey Road: Zebra Cross Legendaris



Kategori: CD dan Kaset
Judul: Abbey Road
Artis: The Beatles
Tahun: 1969


Setelah jalan-jalan di Pasar Beringharjo, aku berjalan menyeberangi jalan malioboro melewati sebuah zebra cros. Cuci mata di sepanjang trotoar Malioboro, para pedagang kaki lima menawarkan segala macam dagangannya kepada para turis asing maupun domestik yang lewat di trotoar itu. Aku melihat sebuah poster Abbey Road di salah satu penjual poster. Tanpa pikir panjang aku beli poster itu, tentu saja dengan menawar.
The Beatles, band legendaris asal Liverpool ini memang sangat ku sukai. Sampai aku mengoleksi segala macam yang berhubungan dengannya. Tapi aku tidak terlalu ngoyo. Kebetulan aku lihat poster itu, bisa menambah koleksiku.
Abbey Road, Album terakhir yang direkam beatles bersama-sama empat personelnya. Dirilis bulan september tahun 1969 sebelum album Let it Be diedarkan. Sampul Album ini bergambar keempat personel Beatles yang sedang menyeberangi zebra cros di depan studio Abbey Road. Nama studio itu pun dijadikan nama Album ini.
Banyak sekali yang bisa diceritakan dari Abbey Road ini, seperti gosip kematian Paul Mc Cartney.
Zebra Cross ini menjadi begitu legendaris. Setiap turis yang mengunjugi studio abbey road, seakan-akan wajib untuk berfoto dengan pose seperti the beatles yang sedang menyeberangi jalan. Bahkan tidak sedikit artis-artis yang juga meniru pose the beatles ini, seperti Red Hot Chilli Pepper, Dream Theatre, dan masih banyak lagi.
Selain desain covernya yang sangat menarik, tentu saja lagu-lagu di dalam album ini yang tidak kalah menariknya. Album ini merupakan album pertama pencetus genre musik slow-rock. Dengan beberapa lagu yang saling menyambung seperti meddley, banyak ditiru musisi-musisi dekade berikutnya.
Dalam album ini untuk pertama kalinya lagu ciptaan George Harrison menjadi hit number one: Something. Ringo Star juga menyumbang lagu Octopus's Garden.
Tapi pada dasarnya album ini merupakan puncak perseteruan antara Lennon dan McCartney. Side A merupakan konsepnya Lennon yang lebih menonjolkan ekspresi dan emosi. Side B yang lebih mengedepankan keindahan melodi merupakan konsepnya McCartney.
Dan memang benar inilah album terakhir mereka.
Ada sebuah rahasia, lagu Because yang diciptakan Lennon, merupakan partiture terbalik dari Moonlight Sonata karya Beethoven. Sungguh kreativitas yang luar biasa. Lennon Memang Jenius. Dia tidak sekedar menjiplak, tapi menciptakan sesuatu yang baru dari karya klasik.

Lagi-lagi Genesis:Akhirnya Tinggal T3ga



Kategori:Kaset
Judul: And Then There Were Three
Artis: Genesis
Produksi:Perina Ultra Dynamic
Nomor Seri:167


Sepeninggal Steve Hacket, akhirnya Genesis menjadi band Trio yang komersial. Ngepop bgt.
Tapi album ini cukup bagus tuk menambah koleksi, dan melengkapi album-album genesis.
Follow You Follow Me, manis sekali lagu ini.

Genesis lagi: The Best Versi Aquarius Part.2



Kategori: Kaset
Judul: The Best of GENESIS part.2
Artis: Genesis
Produksi: Aquarius
Nomor Seri: 58038


Ini kaset merupakan koleksi yang lumayan bagus. Album the best ini berisikan lagu-lagu genesis dari era Gabriel, era Ex-gabriel sapai era Ex-Hacket.
Dari beberapa seri versi Aquarius_kalo tidak salah ada enam kaset: 1&2 the best, 3 live, 4-6 solo album dari personil2 genesis_ inilah yang paling bagus, begitulah menurut saya. Ya, karena hanya saya yang melakukan penilaian. Mungkin ini sangat subjektif, tidak ada polling, hanya penilaian pribadi, dan dengan masukan dari beberapa teman yang saya ajak ngobrol tentang album2 genesis.
Lagu-lagu dalam album the best ini ada yang begitu kental art-rock-psycedeliknya _Lamb Lies Down on Broadway, Carpet Crawlers, Firth of Fifth, Entangled, Squonk. Ada pula yang terdengar begitu ngepop_Inside And Out, Many Too Many, Cul De Sac. Komplit sudah isinya.
Lagu Firth of Fifth yang begitu klasik dibuka dengan intro solo piano klasik, dengan intrumen yang lebih banyak, lirik yang sederhana tapi mendalam. Coba kita dengar melody dari lagu ini, piano, flute, gitar saling gayung bersambut mengisi melody. Sudah bukan rahasia lagi kalo Ian Antono, Gitaris God Bless menjiplak melody dalam lagu ini untuk lagu Huma Di Atas Bukit. Coba dengarkan Huma Di Atas Bukit versi awal, akan terdengar sangat jelas bahwa itu melody dari lagu firth of Fith yang dicuri Ian. Tapi dalam kaset the best God Bles yang baru, Huma di Atas Bukit dibuat versi baru dengan melody yang agak diubah, disamarkan biar tidak ketahuan menjiplak gitar Steve Hacket.
Kaset ini disertai lirik-lirik lagu dibalik sampulnya, dikemas seperti sebuah buku kecil.